Menjadi Dewasa? (part 2)
Menjadi dewasa, berarti siap untuk hidup mandiri, berdikari, dan mampu mengendalikan diri.
Menjadi dewasa, tentunya harus siap dengan kemungkinan baik dan buruk yang sudah menanti.
Menjadi dewasa, tidak ditentukan oleh besarnya angka usia.
Menjadi dewasa, bukan berarti tidak boleh merasa lelah.
Semakin lama hidup di bumi, tidak selalu menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Ada yang usianya muda, tetapi sudah memiliki pemikiran dan emosional yang matang. Ada yang sudah dewasa usianya, tetapi justru emosional dan pemikiran berkebalikan.
See? Kita tidak bisa menyamaratakan semua orang, dan kita tidak bisa begitu saja men-judge seseorang. Beruntunglah jika efek dari judge itu membuatnya bangkit. Jika efeknya justru membuatnya menyerah, siapa yang salah? Dia, atau kita yang men-judge? Oh, ya, tidak ada yang salah mungkin.
Bagi beberapa orang, ada yang memilih berproses untuk berkembang tetapi ia memilih diam. Ia tidak suka orang-orang di sekitarnya mengetahui perkembangannya. Ada yang tidak begitu suka dipuji, lebih tabah menerima caci.
Tidak semuanya harus diceritakan pada dunia, bukan?
Tetapi..........
Adalah hal yang wajar jika kita tidak mau memulai untuk menceritakan pada dunia tentang proses perkembangan kita. Bagaimana jika seseorang bertanya apakah kita sedang memperjuangkan sesuatu? Apakah kita akan menjawab "tidak" yang mana itu adalah jawaban dusta?
Hey, hati-hati. Segala sesuatu yang terjadi berasal dari ucapan yang kita lontarkan sendiri.
Komentar
Posting Komentar